Ini cerita tentang sebuah mimpi,
Mimpi saya yang jauh dari biasa,
Waktu itu adalah musim penghujan tahun 2006 dua tahun setelah bencana Tsunami Aceh, saya bermimpi..
Saat itu saya berada di kamar saya, sebuah kamar persegi lima yang dikelilingi oleh 8 pintu jendela yang memutar mengitari setengah kamar, turun dari tempat tidur,saya buka semua tirai yang menutupi, sehingga terlihat pemandangan taman diseberang rumah dan pohon besar di pojoknya yang masih samar tembus pandang terhalang filtrase. Selain itu, saya juga dapat melihat sungai dan atap merah rumah berarsitektur China yang dipenuhi oleh sederet pohon-pohon rindang. Mata saya beralih ke atas rumah China itu dan bertemu pandang dengan kilauan cahaya warna orange kuning telur asin, sunset yang sungguh indah. Namun, pemandangan indah itu tidak berlangsung lama, karena kemudian, tanpa tau darimana, air sungai meluap dengan cepat, menutupi rumput-rumput hijau, menutupi batang pohon yang cokelat, menelan atap rumah China dan air coklat itu bergulir ke arah kamarku. Kini, yang kulihat semua tertutup oleh samudera coklat yang tak lain adalah air sungai yang meluap tadi, dimanapun kusandarkan mata, yang terlihat hanya kilauan air cokelat yang terbias pancaran sinar orange matahari sore. Air mulai meninggi, sudah hampir sampai ke jendela lantai dua kamar saya. Saya panik dan mulai teringat kedua orang tua dan keluarga saya lainnya, mencemaskan keadaan mereka, namun ketika itu pula, seolah-olah langit-langit kamar saya seakan terbelah oleh satu cahaya putih yang sangat terang menyilaukan cahaya itu mengarah pada saya, entah mengapa lutut saya lemas sekali, tidak sanggup berdiri dan langsung jatuh terduduk sambil menatap cahaya itu. Entah mengapa pula, saat. Itu ada perasaan yang sedih luar biasa sehingga membuat saya terisak, seolah cahaya itu berkomunikasi langsung ke hati saya, saya dapat mengerti maksudnya, namun tidak dapat dijelaskan oleh kata-kata. Saya dan cahaya itu seperti sangat dekat, di sisi lain sangat jauh. Pandangan teralih ke samudera air cokelat yang sudah hampir melahap jendela kamar saya, pemandangan kali ini berbeda, di atas deburan samudera cokelat itu, mengambang ribuan mayat-mayat manusia yang berpusara dan mendekati kamar saya. Entah, pada saat itu saya sangat takut sekali MATI dan berulang kali saya memohon pada cahaya itu untuk memaafkan saya, memberikan saya kesempatan untuk hidup, lalu, saya merasa, dalam komunikasi tanpa bahasa yang super tidak biasa, saya dapat mengerti maksudnya, Dia kecewa terhadap saya dan mau saya berubah, setidaknya itu yang saya tangkap. Saat air mencapai hidung saya, dan saya hampir tidak bernafas, tiba-tiba saya terbangun dari mimpi itu dengan keadaan menangis terisak-isak, dan mendapati sarung bantal saya yang sudah banjir air mata. Separah apa saya menangis sampai-sampai sarung bantal basah hampir setengahnya. Saya lihat jam, jam 5 pagi. TEPAT. Masih dalam keadaan terisak, karena saya muslim, satu-satunya cara penenang hati adalah solat, mungkin kalau saya bukan muslim, saya akan melakukan ibadah yang sesuai pula dengan agama saya. Disaat solat, saya tidak mengerti, bagaimana bisa isakan tangis saya tidak juga berhenti, sampai-sampai mambangunkan ibu, dan setelah solat, menggosokkan minyak kayu putih ke tengkuk dan punggung saya. Ibu yang bingung menanyakan mengapa saya menangis, tapi tidak ada satu patah katapun yang bisa terucap, sampai akhirnya saya tertidur kembali sampai jam 6.
Hal itu adalah salah satu mimpi dari dua mimpi yang hampir serupa yang tidak akan pernah saya lupakan, seumur hidup ini. Oleh karena itu saya rekam melalui tulisan, karena mimpi itu begitu berharga.
Saya tau cahaya itu apa, tau begitu saja dari hati saya yang mengartikannya sendiri, tapi saya tidak mau bilang di tulisan ini, karena takut ada bahasan-bahasan kontroversi tentang hal tersebut. Mimpi itu telah mengingatkan saya dan menjaga saya dari hal-hal buruk yang mungkin akan menimpa dikemudian hari. Mungkin, pernah juga diantara anda yang mengalami mimpi atau kejadian diluar akal dengan cahaya serupa. Terserah dari masing-masing anda mengartikannya apa. Saya punya keyakinan saya sendiri. :)
Tiba-tiba, dalam jarak waktu yang lumayan lama, dari 2006 ke 2011, 5 tahun, baru saya berani menulis tentang ini, karena seorang bapak. Bapak separuh baya yang saya temui di tempat Hypnotherapy di bilangan Senayan, yang mensugestikan diri ikut hypnotherapy karena ingin sembuh dari penyempitan pembuluh jantung, yang sudah tidak ingin di "ring" lagi, beliau terkesima mendengar masalah-masalah saya, dan mencoba share sebatas ilmu yang beliau tau. Diakhir sesi hypnosis, saat saya sedang mengobrol dengan therapist, bapak paruh baya ini mendengar, saat therapist meninggalkan saya, dia bertanya,"apa anda pernah melihat 'spotlight'?", saya langsung mengerti maksudnya. Ya di mimpi yang tadi saya tulis. Lalu bapak paruh baya itu tersenyum, dan berkata, "that's a given, and He visited you as His promised", saat saya bertanya balik, dia bilang, "pergi ke Senopati".. Cuma itu..
Hmm..
Apa ya..?
Tulisan ini saya share tanpa maksud apa-apa, dan saya pun agak bingung dengan maksudnya, biar menjadi teka-teki untuk saya saja :)
Night all ;*
narcissis[mE]
Wednesday, March 16, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 komen:
@senopati ada perumahan mewah kan yak??
ato jajanan enak??
:D
hehehe
Post a Comment